Habib Bahar bin Smith (Foto:   Kompas TV)
Habib Bahar bin Smith (Foto: Kompas TV)

Ulama Bahar bin Smith kembali ditangkap pada Selasa (19/5/2020) dini hari. Padahal diketahui, ia baru saja bebas melalui program asimilasi pada Sabtu (15/5/2020).  

Saat itu, Bahar bin Smith ditangkap atas kasus kekerasan kepada anak. Kini ia ditangkap kembali lantaran telah melakukan sejumlah pelanggaran terhadap ketentuan petugas kemasyarakatan Bapas Bogor (PK Bapas Bogor).  

Bahar bin Smith dianggap mengundang massa saat ceramah dan tidak patuh dengan anjuran physical distancing di masa pandemi Covid-19. 

Video detik-detik penangkapan Habib Bahar pun beredar melalui media sosial di Twitter. 

Walhasil video tersebut menjadi perbincangan di jagad maya hingga viral.  

Video itu awalnya diunggah oleh akun Twitter @dpplif pada Selasa (19/5/2020).  

"Breaking news , Jam 02.00 malam ini Habib Bahar bin Smith kembali ditangkap," tulis keterangan akun @dpplif.


Tampak di video itu polisi bersiap membawa Habib Bahar kembali ke tahanan. Terlihat juga kerumuman massa yang mengenakan baju koko dan sarung. 

Dalam video itu, Habib Bahar mengenakan baju koko warna putih, peci putih dan sorban di lehernya. Ia terlihat berbicara dengan petugas Kementerian Hukum dan HAM yang saat itu menjemputnya.  



Di video terdengar Habib Bahar yang meminta waktu sebelum ke lapas.  Ia ingin diberi waktu untuk merokok, namun permintaan Habib bahar ditolak oleh petugas.  

"Saya ngerokok sebatang dulu," kata Habib Bahar. 

"Tidak pak, dengan hormat," jawab petugas Kementerian Hukum dan HAM. 

Lebih lanjut, Habib Bahar mengatakan jika ia akan menyerahkan diri dan tak akan kabur.  

"Saya bilang, saya mau menyerahkan diri, saya ikut ke lapas, saya nggak bakal kabur, nggak bakal lari," katanya. 

Ia juga menunjukkan seorang pria yang diakuinya sebagai pengacaranya.  "Ini pengacara saya, saya nggak bakal lari," tambah Habib Bahar. 

Bahkan, terdengar Habib Bahar juga mengajak petugas untuk masuk ke rumah dan merokok bersama. 

"Bapak ikut saya ke dalam, ngerokok sebatang sama saya, siapin mobil bapak di sini, (nanti) pergi bareng sama saya. Saya yang jamin," ajak Habib Bahar. 

Namun, lagi-lagi permintaan Habib Bahar ditolak. 

"Saya yang bertanggung jawab di lapangan, pak, saya hargai Habib, karena kita sama-sama saudara sedarah," jelas petugas tersebut.