Petugas melakukan evakuasi jenazah Aji Riyanto yang meninggal karena sebelumnya sakit  batuk dan pilek / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES
Petugas melakukan evakuasi jenazah Aji Riyanto yang meninggal karena sebelumnya sakit batuk dan pilek / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES

Di tengah merebaknya wabah Corona atau Covid-19, masyarakat Desa Trenceng Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung geger, Rabu (25/3/2020).

Pasalnya, salah satu warga yang diketahui bernama Aji Riyanto (39) meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami sakit selama 3 hari.

"Sakit selama tiga hari, pilek dan batuk serta pinggang dan tubuhnya sakit semua," kata Sul, salah satu warga memberikan informasi.

Suami dari Nur Asiyah itu kemudian diketahui meninggal dunia di rumahnya pada Rabu (25/04) pagi. 

Namun, disaat berita duka ini datang masyarakat yang masih takut akan mewabahnya virus corona tidak berani mengurus dan memandikan jasad Aji.

"Pihak desa kemudian menghubungi rumah sakit, lalu jenazahnya dibawa ke rumah sakit," kata Aiptu Agus Salim, petugas Polsek Sumbergempol.

Yang lebih membuat isu kematian Aji meluas karena saat penjemputan petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap selayaknya penanganan pada pasien virus corona.

Beberapa warga yang mengambil gambar penjemputan jenazah kemudian menyebarkan ke media sosial baik Facebook atau WhatsApp.

Efek postingan itu membuat gempar dengan berbagai komentar adanya dugaan Aji meninggal karena Corona.

Kepala Humas Rumah sakit Dr Iskak Tulungagung Muhammad Rifai membenarkan adanya kiriman jenazah dari Desa Trenceng yang diambil oleh pihak PSC (Public Safety Center) dan dibawa ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah (IPJ).

"Ada orang meninggal di Desa Trenceng karena sebelum meninggal batuk pilek, warga tidak berani memandikan jenazah. (Kemudian) 
jenasah diambil dari rumah dan
dimandikan dan dirawat di IPJ," kata Rifai.

Setelah dimandikan, Rifai menjelaskan jika jenazah sudah di antar lagi ke Desa Trenceng. 

Pihak rumah sakit tidak bisa menentukan apakah Aji meninggal dunia akibat corona atau hanya batuk pilek biasa.

"Itu (keadaan) paranoid masyarakat. Pihak rumah sakit telah memandikan jenazah tersebut," pungkasnya.