Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (jilbab putih) saat berkegiatan di Malang. (Foto: Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (jilbab putih) saat berkegiatan di Malang. (Foto: Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk membangun kereta gantung di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) semakin diseriusi. Meski saat ini banyak informasi menyebut bahwa rencana itu tengah mendapat penolakan berbagai pihak, tapi rencana penambahan fasilitas ini tetap dijalankan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut saat ini bahkan sudah ada calon investor yang tertarik dalam pembangunan kereta gantung tersebut. "Kalau Bromo, calon investornya sudah ada," ujarnya saat mengunjungi Kota Malang belum lama ini.

Dijelaskannya, berkaitan dengan pengembangan kawasan TNBTS itu, koordinatornya berada di Kementerian Pariwisata. Sedangkan roadmap untuk pembangunannya sudah diserahkan ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Jadi inisiasi ini sudah dikomunikasikan oleh koordinator BTS, dari Kemenpar, roadmap-nya oleh Bapennas. Saya sudah ketemu dengan keduanya," jelasnya.

Bahkan untuk segera mewujudkan itu, ia telah melakukan pertemuan dengan tokoh adat Suku Tengger dan pelaku pariwisata di kawasan TNBTS. Usulan mereka, kereta gantung itu dibangun dari area B29 menuju ke B30 hingga ke titik Seruni Point.

"Mereka menginginkan kalau ada cable car itu dari B29 ke B30 kemudian ke Seruni di Bromo," imbuhnya.

Meski begitu, apa yang telah direncanakan tersebut tetap masih akan dikoordinasikan dengan pemerintah di daerah penyangga. Rencana pembangunan ini menjadi salah satu opsi yang dipilih Pemprov Jatim untuk memudahkan akses bagi wisatawan menuju kawasan Bromo. 

"Jadi apa yang sebetulnya sudah diinisiasi oleh koordinator TBTS yang ada di Kementerian Pariwisata dan di Bappenas itu tetap akan dikoordinasikan dengan daerah penyanggahnya. Daerah penyanggah ini ada Lumajang, ada Pasuruan, ada Probolinggo ada Kabupaten Malang," tandasnya.

Selain akses untuk mempermudah wisatawan menuju kawasan Bromo, kereta gantung ini nantinya membuat wisatawan dalam negeri maupun luar negeri akan memiliki akses yang mudah untuk menikmati sajian keindahan sunrise di Bromo.