Kondisi korban yang kritis saat mendapatkan penanganan pertama sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit setelah digulung ombak pantai Bakekambang (Foto : Istimewa)
Kondisi korban yang kritis saat mendapatkan penanganan pertama sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit setelah digulung ombak pantai Bakekambang (Foto : Istimewa)

Upaya petugas gabungan yang dikerahkan untuk melakukan pencarian 2 orang anggota rombongan mahasiswa asal Kediri yang hilang setelah diterjang ombak di Pantai Balekambang akhirnya membuahkan hasil, Sabtu (8/2/2020).

Kedua korban yang bernama Hasan warga Balikpapan, Kalimantan Timur dan Kiki warga asli Jember, Jawa Timur ini ditemukan dalam keadaan selamat meski kondisinya sempat kritis.

”Satu unit perahu speed milik nelayan Kondang Merak dikerahkan untuk mencari keberadaan korban, yang hilang akibat terseret arus ombak Pantai Balekambang,” kata Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, Mudji Utomo.

”Sekitar setengah jam kemudian, kedua korban ditemukan tidak jauh dari lokasi korban terseret ombak. Yakni pada koordinat S 8°40' 39" E112°53'95" ,” jelas Utomo.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sekitar pukul 01.00 WIB rombongan mahasiswa asal Kediri yang berjumlah 22 orang ini tiba di Pantai Balekambang dengan mengendarai 3 unit mobil 

Sekitar pukul 06.30 WIB, 15 orang dari rombongan mahasiswa tersebut memilih untuk bermain air di bibir pantai yang berlokasi di Dusun Sumber Jambe, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang tersebut.

Tidak lama kemudian, ke-15 mahasiswa ini diterjang ombak besar. Sebanyak 13 orang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan 2 orang lainnya hilang setelah diterjang ombak Pantai Malang Selatan tersebut.

Petugas gabungan dari pengelola pantai Balekambang, perhutani, tim SAR, Muspika Bantur, PMI Kabupaten Malang, hingga anggota Polsek Bantur yang dikerahkan untuk melakukan pencarian akhirnya menemukan keberadaan keduanya. 

Para korban ini ditemukan mengambang tidak jauh dari lokasi tenggelam.

”Setelah ditemukan, petugas langsung memberikan pertolongan pertama. Guna memastikan kondisinya, korban sempat dibawa ke Puskesmas Bantur,” ungkap Utomo.

Meski juga sempat dirujuk ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang) karena mengalami kritis.

Perlahan kondisi kedua korban berangsur membaik, dan saat ini sudah dipastikan selamat paska hilang digulung ombak.

Akibat insiden ini, Utomo mengimbau agar para wisatawan yang hendak berkunjung ke kawasan Pantai Malang Selatan lebih waspada. 

Sebab, beberapa pekan ke depan cuaca diprediksi bakal berawan dan memicu curah hujan yang tinggi.

Kelembaban udara yang mencapai 22°c-29°c menyebabkan suhu udara menjadi 28° C.

Fenomena semacam ini juga menyebabkan kecepatan angin dari arah barat daya menuju ke barat mencapai kisaran 8 hingga 18 knots.

”Para wisatawan diimbau selalu berhati-hati, terutama saat berkunjung ke pantai. Diperkirakan gelombang di Samudra Hindia Selatan Jawa Timur termasuk di wilayah Malang Selatan bakal tinggi. Perkiraan mencapai ketinggian antara 0,8 hingga 2,5 meter,” imbau Utomo.