Petugas gabungan menyisir pinggiran sungai mencari buaya muara yang menghebohkan masyarakat. (eko Arif s /JatimTimes)
Petugas gabungan menyisir pinggiran sungai mencari buaya muara yang menghebohkan masyarakat. (eko Arif s /JatimTimes)

Penampakan seekor buaya dipinggiran sungai kali Brantas menggegerkan warga kelurahan Ringinanom Kecamatan Kota Kediri, Jawa Timur.

Buaya rawa yang mempunyai ukuran 1 meter lebih diketahui salah satu warga Kelurahan Ringinanom saat memancing di pinggiran sungai kali Brantas. 

Munculnya buaya muara tersebut sontak membuat warga menjadi was - was.

Merespon dari pengaduan masyarakat petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri dan relawan PMI dan pegawai Kelurahan turun langsung ke lokasi sungai berantas dilingkungan Kelurahan Ringin Anom Kecamatan Kota Kediri.

Petugas melakukan pencarian dengan menyisir bibir tepi sungai dengan menggunakan peralatan Vertikal Rescue.

Menurut Kasi pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kediri Adi Sutrisno mengatakan, penampakan buaya sudah dua kali terlihat oleh warga. 

Pertama kali muncul sekitar tiga Minggu yang lalu dan terakhir kembali terlihat kemarin sore . 

Warga yang melihat kemunculan buaya tersebut spontan mengabadikanya melalui foto. Tidak lama foto penampakan buaya ini muncul tersebar di Medsos.

"Tadi malam ada yang melaporkan ke kami. Kemudian kami bersama tiga pilar Kelurahan Ringin Anom beserta relawan PMI terjun melakukan pemantauh disini, menggunakan peralatan vertical rescue. Pencarian menyasar masuk ke bibir sungai tetapi bagian tepi," kata dia.

Saat dilakukan pencarian ditepi bibir sungai Brantas, buaya yang diperkirakan berusia dua tahun dengan ciri fisik memiliki panjang sekitar satu meter tersebut tak kunjung muncul.

Adi memberikan penjelasan   jika keberadaan  buaya yang ditemukan oleh  warga ini jenisnya kategori  buaya rawa, dan diperkirirakan masih ada buaya lainya didalam sungai Brantas.

Mengingat buaya yang diketemukan ini baru berusia 2 tahun.

"Jenisnya buaya rawa, mereka habitatnya disungai. Ukuran panjang  buaya yang diketahui oleh warga kurang lebih 1 meter. Karena masih tergolong anaka,an usia 2 tahun tidak menutup kemungkinan ada induknya juga," tuturnya.

Mengantisipasi ancaman serangan buaya, pihak BPBD bersama piranti Kelurahan Ringin Anom telah melakukan sosialisasi kepada warga lingkungan sekitar terutama masyarakat yang memiliki hobi memancing disekitaran sungai Brantas agar tetap menjaga kewaspadaan.

"Sudah dihimbau, terutama warga Kelurahan Ringin Anom  melalui ketua RT lewat What's Up grup.Agar lebih berhati hati bagi yang mancing mau pun beraktivitas dipinggir sungai dan anak anak dilarang dipinggir sungai,"tandasnya.