M.Ridwan (tengah) usai mengambil formulir beberapa waktu lalu. (Eko Arif S /JatimTIMES)

M.Ridwan (tengah) usai mengambil formulir beberapa waktu lalu. (Eko Arif S /JatimTIMES)



M.Ridwan atau Kang Kaji Ridwan ikuti fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan bagi bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kediri yang mendaftar melalui partai PDI Perjuangan.

Sebelumnya, Kang Kaji Ridwan telah mendaftar sebagai bakal calon Bupati Kediri untuk Pilkada Kabupaten Kediri tahun 2020 lewat jalur partai berlambang kepala banteng bermoncong putih ini. Selain Kang Kaji Ridwan, total ada 12 nama lain yang diundang untuk mengikuti fit and proper test di kantor DPD PDI Perjuangan Jatim, yang dijadwalkan hari ini, Kamis (19/9/19).

"Saya mohon doa restu kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kediri dalam mengikuti fit and proper test di kantor DPD PDI Perjuangan Surabaya, Jawa Timur. Semoga dalam mengikuti fit and proper test bisa menjalankannya dan mendapatkan ridho dan dimudahkan oleh Allah SWT," kata M. Ridwan.

Ia mengatakan, untuk visi dan misi bisa mewujudkan Kabupaten Kediri aman sejahtera ber ekonomi yang mandiri dan berakhlakul kharimah. Untuk persiapan sudah kita persiapkan mental dan lainnya. Dalam test tersebut saya juga didampingi tim dan keluarga," kata Ridwan.

Sementara itu, Wakil Ketua Bapilu DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Tri Efendi mengatakan, Ada 12 orang, 11 bakal calon bupati dan satu bakal calon wakil bupati. Mereka akan melakukan fit and proper test di kantor DPD PDI Perjuangan Surabaya.

"Dalam uji kepatutan dan kelayakan bakal calon Bupati dan bakal calon Wakil Bupati Kediri tersebut, tim akan menyeleksi mereka. Semuanya dikonfirmasi terkait dengan visi misi, persiapan untuk mencapai kemenangan," kata Tri Efendi.

Dari 12 orang itu, mereka antara lain petahana Wakil Bupati Kediri Masykuri, Adi Suwono, Habib, Saifudin, Mujahid, mantan Komisioner KPU kabupaten Kediri Sapta Andaruisworo, Subani, Ridwan, Marjoko, dokter Sukma Mahadewa, Eko Edyono dan Endah Sricahyani Sucipto.

Tri Efendi menambahkan, tugas dari DPC PDI Perjuangan hanya untuk tahapan penjaringan saja, sedangkan untuk penyaringan dilakukan oleh DPD PDI Perjuangan Jatim dan penetapan dilakukan oleh DPP PDIP Perjuangan.

"Segala hal bisa saja terjadi, termasuk jika DPP PDI Perjuangan mempunyai pemikiran lain terkait dengan survei bahwa yang berpotensi menang adalah calon yang bahkan tidak mendaftarkan diri di daerah, juga harus diterima," imbuhnya.

Masih kata Efendi, dalam proses menuju pemberian rekomendasi juga cukup panjang. DPP akan melakukan survei bakal calon yang dinilai terbaik dan masuk akal dan untuk finalnya kemungkinan di bulan Maret atau April 2020.

"Jadi, finalnya bulan tiga atau empat. Cukup lama kan ada tahapannya. Kami dari daerah juga hanya memantau dari luar, DPD juga tidak kewenangan," tandasnya.

Tag's Berita

End of content

No more pages to load