Brand Managament PT LIB Hanif Marjuni (baju kotak) saat meninjau lokasi kerusuhan. (eko Arif s /JatimTimes)

Brand Managament PT LIB Hanif Marjuni (baju kotak) saat meninjau lokasi kerusuhan. (eko Arif s /JatimTimes)



Dua hari pascakerusuhan antar suporter usai pertandingan, PSSI telah mengirimkan dua orang utusan dari PT LIB  (Liga  Indonesia Baru) untuk  meninjau perkembangan terakhir  situasi yang terjadi di lokasi.

Setibanya di Kediri dua orang tersebut langsung bertemu dengan pihak manajemen tim Sepak Bola Persik Kediri. Dalam kedatanganya ke kantor Seketariat Persik Kediri, dua orang  dari PT LIB, ditemui langsung oleh Manager tim Beny Kurniawan, didampingi Media Officer Canda Adi Surya.

Selanjutnya mereka langsung bergegas mendatangi Stadion Brawijaya Kediri untuk mengetahui secara langsung kondisi yang terjadi  di dalam pascakerusuhan dua hari lalu tersebut. 

Tidak hanya di stadion, mereka juga sempat meninjau di Taman Wisata Tirtoyoso, tempat di mana terjadinya pengerusakan terhadap  231 unit sepeda motor milik suporter Persik yang diduga dirusak oleh oknum Suporter PSIM.

Saat meninjau di sana, mereka bertemu dengan sejumlah Suporter Persik yang sedang mengambil sepeda motor yang terjebak di dalam lahan parkir ketika kerusuhan berlangsung.

Dalam keteranganya Hanif Marjuni selaku Brand Management PT LIB menjelaskan, tujuan kedatanganya di Kediri untuk meninjau sekaligus ingin mengetahui secara langsung perkembangan situasi terakhir di lokasi. "Hari ini kan agenda kita untuk melihat situasi terakhir di Kediri. Kemudian bagaimana kelanjutan atau langkah yang ditempuh oleh Panpel (Panitia Pelaksana Pertandingan) terkait kesiapan pertandingan berikutnya," kata Hanif Marjuni Rabu (4/9/19).

Hanif kembali menjelaskan jika dalam hal ini, pihak dari PT LIB tidak memiliki kapasitas untuk menjatuhkan sanksi kepada tim. Menurutnya yang paling berwenang dalam pemberian sanksi adalah Komisi Disiplin PSSI. Hanif menilai jika dilihat secara fisik memang pengerusakan tersebut tidak begitu parah.

"Kalau ukuranya di fisik tidak terlalu parah ya. Tapi kalau kita melihat terjadinya suatu insiden yang menjadikan parameter bukan hanya fisik. Melainkan juga faktor demografi dan Piskologi Publik itu yang kita pikirkan secara masak," terangnya.

Hasil tinjaun temuan fakta di lapangan nantinya akan dilaporkan ke PSSI. Setelah di Kediri, rencananya ia juga akan bertolak Jogjakarta untuk menemui sejumlah pihak yang terkait dengan peristiwa ini.

Disinggung mengenai jadwal pertandingan Persik Kediri selanjutnya tanggal 6 September mendatang melawan Persis Solo, Pihak  PT LIB memberikan kepastian jika petandingan akan tetap digelar di Stadion Brawijaya Kediri. "Nggak ada hubunganya dengan pertandingan berikutnya, lawan Persis Solo. Saya melihat ada sisi yang kondusif untuk dilanjutkan pertandingan itu," tandasnya.


End of content

No more pages to load