Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi saat menggelar press release. (eko Arif s /JatimTimes)

Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi saat menggelar press release. (eko Arif s /JatimTimes)



KEDIRITIMES - Puluhan suporter PSIM Jogjakara diamankan aparat kepolisian. Penangkapan itu buntut aksi bentrokan antara suporter Persik dengan suporter PSIM Jogjakarta di Taman Tirtoyoso, Kota Kediri, usai laga Persik Kediri  vs suporter PSIM di Stadion Brawijaya, Senin (2/9/2019).

Para suporter tersebut diduga melakukan perusakan fasilitas umum dan ratusan kendaraan roda dua di dalam Taman Tirtoyoso. Turut pula diamankan, sejumlah senjata tajam dan bom molotov.

Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi mengatakan, keributan antarsuporter Persik Kediri dan PSIM Jogjakarta kita telah mengamankan 53 orang suporter. Ini semuanya masih tahap penyelidikan dan didalami lagi keterlibatan masing-masing.

"Mereka rusuh setelah selesainya pertandingan sepak bola dengan akhir skor 2-0 untuk Persik Kediri. Keributan terjadi di luar stadion, tepatnya di area parkiran Taman Tirtoyoso,"ujarnya saat menggelar press release di Mapolresta Kediri, Selasa (2/9/19) siang.

Anthon  menambahkan, sempat terjadi lempar-melempar batu dan juga terjadi perusakan fasilitas umum maupun kendaraan roda dua dan roda empat di lokasi tersebut.

"Ada beberapa barang-barang yang berhasil kami temukan. Barang-barang ini kiami temukan di kendaraan yang bersangkutan. Dan sebagian besar barang-barang yang kami temukan ini sudah dibuang saat kami melakukan sweepiing," imbuhnya.

Total ada kurang lebih 1.450 suporter PSIM Jogjakarta yang datang ke Kediri. Mereka datang dengan menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua. Dan ada juga yang menggunakan kereta api.

"Tadi pagi sudah saya pulangkan sebagian. Sisanya 53 suporter PSIM ini masih kami dalami lebih lanjut terkait dengan barang-barang bukti yang ada di hadapan kami semuanya," kata AKBP Anthon.

Dia menjelaskan, dalam bentrok itu, terjadi perusakan fasilitas di Taman Tirtoyoso. Ada 6 unit CCTV yang hilang atau rusak, dua mesin kasir yang rusak, uang parkir di laci kasir itu sejumlah Rp 1 juta hilang. Kemudian tembok selatan  jebol dan dua unit mesin monitor scan karcis rusak kurang.

Selain itu, lebih 20 rambu di Taman Tirtoyoso dan pagar kolam renang juga rusak. Begitu pula tiga bola lampion taman. warung Milik ibu Ani sebelah utara tribun bagian utara itu juga terbakar akibat lemparan bom molotov.

"Ada tiga unit mobil yang rusak parah di parkiran SMK Brawijaya dan ada 231 unit kendaraan roda dua yang terparkir di dalam lokasi Taman Tirtoyoso. Dan untuk 231 kendaraan roda dua yang dalam keadaan rusak berat dan ringan sudah kita inventarisasi dan sudah kita lakukan olah TKP. Dan sekarang kita juga sudah mengumpulkan bukti-bukti dari CCTV," jelasnya.

"Sedangkan untuk korban jumlahnya semua ada 26 orang. Yang luka-luka dari suporter PSIM ada 14 orang, 4 orang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara. Ssanya di Rumah Sakit Gambiran. Kemudian dari Persik Kediri ada 9 orang yang luka 8 orang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara dan 1 orang di rawat di Rumah Sakit Baptis.Dari pihak aparat juga ada 3 orang yang mengalami luka ringan," bebernya.

Menurut Anthon,   kerugian material belum bisa dikasih berapa jumlahnya. Mungkin bisa ratusan juta.

Sedangkan untuk  53 suporter PSIM yang ditahan, masih ada penyelidikan dan pemeriksaan. Mereka terancam pasal UU darurat Pasal 335 kemudian pasal 351, pasal 170 dan pasal 362. "Ini semuanya akan kita terapkan apa yang bisa kita terapkan," kata dia.

Untuk ke depannya, kapolres Kediri Kota berjanji akan mengevaluasipertandingan bola yang ada di Kota Kediri. Apabila rawan terjadi keributan, sebaiknya dilaksanakan tanpa suporter. 


 

Tag's Berita

End of content

No more pages to load