Proses penjemputan sekaligus penyerahan pelaku pencabulan kepada pihak keluarganya (Foto : Camat Karangploso for MalangTIMES)

Proses penjemputan sekaligus penyerahan pelaku pencabulan kepada pihak keluarganya (Foto : Camat Karangploso for MalangTIMES)


Editor

A Yahya


Masih ingatkah dengan kasus pencabulan yang terjadi di masjid Al-Qurba, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso ?. Iya, pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa ini, sempat menghebohkan warganet lantaran aksinya. Selain memasukkan kepalanya ke dalam mukena jamaah putri, pelaku diketahui juga memegang kemaluan korban saat menjalankan ibadah salat.

Seperti yang sudah diberitakan, Kamis (15/8/2019) siang, warganet dihebohkan dengan rekaman CCTV (Closed Circuit Television) saat pelaku melakukan pelecehan seksual terhadap jamaah putri, ketika korban sedang melakukan ibadah sholat.

Dalam postingan yang diunggah oleh akun facebook bernama Adetya Almaula Arfiansyah, ke salah satu grub facebook yang memiliki anggota lebih dari 646 ribu tersebut. Pihaknya juga menyertakan beberapa video rekaman CCTV yang berdurasi antara 30 detik hingga 1,5 menit.

Dalam rekaman CCTV yang diunggah Adetya Almaula Arfiansyah, nampak jelas menunjukkan jika pelaku melakukan pelecehan dengan cara memegang bagian sensitif para jamaah putri. Selain itu, pria berkepala plontos tersebut juga nampak memasukkan kepalanya kedalam mukena sang jamaah perempuan. Mirisnya, perbuatan tidak senonoh itu dilakukan pelaku berkali-kali. Bahkan korbannya juga lebih dari satu orang.

Namun meski sempat diamankan oleh pengurus masjid yang kemudian diserahkan ke pihak kepolisian, Rabu (14/8/2019) malam. Anggota penyidik Mapolsek Karangploso yang menangani kasus ini, akhirnya membebaskan pelaku.

Belakangan diketahui pihak kepolisian menyatakan jika pelaku mengalami gangguan jiwa. Lantaran hal itulah Kapolsek Karangploso, AKP Effendi Budi Wibowo saat itu sempat menginstruksikan kepada anggotanya, agar pelaku segera dirujuk ke rumah sakit jiwa.

Namun karena proses birokrasi yang mengharuskan dapat rekomendasi dari tim medis. Membuat polisi akhirnya membebaskan pelaku, lantaran tim medis yang sempat dihubungi oleh pihak kepolisian tidak memberikan tanggapan.

Menanggapi keresahan warganya, Camat Karangploso, Dyah Ekawati N, langsung menginstruksikan muspika dan beberapa kepala desa yang ada di bawah naungannya, guna menelusuri identitas pelaku.

Hal itu dilakukan lantaran untuk merujuk pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa ke Rumah Sakit. Diperlukan identitas lengkap dari calon peserta yang bakal menjalani pembinaan di Rumah Sakit Jiwa. ”Muspika, kepala desa, serta pihak kepolisian yang menelusuri keberadaan dan identitas pelaku pencabulan akhirnya membuahkan hasil. Usai diketahui keberadaannya, pelaku langsung diserahkan ke pihak keluarga,” kata Dyah kepada MalangTIMES.com, Rabu (21/8/2019).

Dyah mengungkapkan, identitas pelaku diketahui bernama Asnan, warga Kecamatan Kromengan. Berdasarkan pengakuan pihak keluarga, pelaku yang diduga melakukan aksi pencabulan terhadap jamaah putri ini, mengalami gangguan jiwa sejak satu tahun lalu. ”Kondisi kejiwaan Asnan mengalami gangguan sejak diceraikan oleh istrinya sekitar satu tahun lalu,” terang Dyah.

Meski sempat dirawat oleh keluarganya, namun kondisi Asnan tak kunjung membaik. Sekitar awal bulan Agustus lalu, pihak keluarga akhirnya sepakat untuk membawanya berobat ke dokter. Seolah menolak, Asnan akhirnya memilih untuk kabur dari rumah.

Keluarga yang sempat mencari keberadaannya, akhirnya mengetahui dari Medsos (media sosial) jika Asnan telah diamankan usai melakukan pencabulan di wilayah Kecamatan Karangploso. ”Pelaku yang mengalami gangguan jiwa ini, sempat kabur dari rumah sebanyak dua kali,” ungkap Dyah.

Mengetahui jika kasus Asnan viral di facebook, pihak keluarga akhirnya melapor ke polisi dan berniat membawa pulang pria yang berusia sekitar 50 tahun tersebut. Berawal dari pengakuan pihak keluarga inilah, beberapa anggota Polsek Karangploso langsung dikerahkan ke lapangan untuk mencari keberadaan Asnan.

Hingga akhirnya, pelaku yang mengalami gangguan jiwa tersebut diketahui sedang berada di Masjid Al Fatah yang berlokasi di Desa Areng - Areng, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Namun belum sempat diamankan, Asnan kembali kabur. Polisi, pihak keluarga, serta beberapa isntansi pemerintah Kabupaten Malang yang dikerahkan di lapangan akhirnya berpencar untuk mencari keberadaan Asnan. Tidak lama setelahnya tim gabungan mendapati Asnan sedang tiduran di Mushola yang ada di salah satu MTS Negeri Di Desa Areng-areng, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

”Usai dievakuasi, Asnan langsung dibawa menggunakan mobil untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Rencananya, pihak keluarga bakal membawa Asnan ke Rumah Sakit Jiwa untuk mendapat penanganan lebih lanjut,” pungkasnya.

Tag's Berita

End of content

No more pages to load