Ratih Retnowati

Ratih Retnowati



Jelang pelantikan anggota DPRD Surabaya Sabtu (24/8) mendatang, kabar mengejutkan datang. Wakil Ketua DPRD Surabaya Ratih Retnowati. Dia ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi.

Ratih adalah wakil ketua dewan dari Fraksi Partai Demokrat. Selain itu, posisinya adalah ketua DPC Demokrat Surabaya.

Pada Pileg 2019 ini, Ratih kembali mencalonkan diri sebagai anggota dewan. Dan dia terpilih dari daerah pilihan Surabaya IV yang meliputi Kecamatan Sukomanunggal, Sawahan, Gayungan, Jambangan dan Wonokromo.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya Lingga Nuarie membenarkan penetapan tersangka Ratih. "Kejari Tanjung Perak menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus korupsi jasmas (jaring aspirasi masyarakat)," ujarnya.

Selain Ratih, dua anggota dewan Kota Surabaya lainnya juga jadi tersangka. Yaitu, Dini Rijanti dari Fraksi Partai Demokrat dan Syaiful Aidy dari Fraksi Partai PAN.

Sebelumnya tiga anggota dewan periode 2014-2019 itu sudah mendapatkan panggilan hingga tiga kali. Namun mereka kompak tidak pernah datang. "Ketiganya tidak hadir dalam pemeriksaan kasus jasmas," jelas Lingga.

Penetapan tersangka ini, dilakukan mengingat mereka sudah tiga kali mangkkr dari upaya pemeriksaan kejaksaan. Sehingga penyidik mengambil langkah tegas dengan menetapkan ketiganya sebagai tersangka baru dugaan kasus korupsi dana jasmas.

Selanjutnya penyidik akan melakukan panggilan terhadap ketiganya. Panggilan ulang ini dalam statusnya sebagai tersangka. Bila pada panggilan berikutnya tidak diindahkan, maka penyidik akan melakukan upaya cekal.

"Kami akan panggil untuk lagi. Jika tidak datang, ada upaya hukum lainnya, termasuk panggil paksa dan pencekalan," tandasnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Surabaya Binti Rochmah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kasus jasmas, dana hibah pemkot tahun 2016. Ia pun langsung ditahan untuk 20 hari ke depan usai menjalani serangkaian pemeriksaan.

Tidak hanya Binti. Dalam kasus ini, dua anggota DPRD Surabaya sebelumnya, Sugito (anggota DPRD Surabaya dari Partai Hanura) dan Dharmawan (wakil ketua DPRD Surabaya dari Partai Gerindra, juga ditahan lebih dulu oleh jaksa.

Dalam kasus ini, satu terdakwa atas nama Agus Setiawan Tjong telah dipidana selama 6 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Ia diketahui mengoordinasi pengadaan proyek jasmas yang bertentangan dengan Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 25 Tahun 2016 tentang pedoman pemberian hibah dan bantuan sosial yang bersumber APBD sebagaimana telah diubah dengan Permendagri Nomor 32 Tahun 2011 tentang pedoman pemberian hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari APBD.

Modus yang dilakukan tersangka dengan cara mengoordinasi 230 ketua RT yang ada di Surabaya untuk mengajukan proposal pengadaan tenda, kursi dan sound system. Oleh tersangka, proposal itu diajukan ke anggota dewan untuk disetujui. Dana pengadaan itu diambil dari dana jasmas. Oleh tersangka, harga barang tersebut di-mark up hingga Rp 5 miliar.

 

 


End of content

No more pages to load